Posts

Showing posts with the label kisah hikmah ulama

Kisah Pengusaha Kaya Yang Bertobat

Image
Seorang saudagar kaya yang banyak bepergian untuk berdagang, suatu saat tiba di wilayah Turki yang penduduknya masih menyembah berhala. Kepada pemimpin mereka, si saudagar itu berkata menasehati, “Ini tidak benar; perbuatan menyembah berhala ini salah. Kita mempunyai Tuhan yang membuat semua makhluk. Tuhan yang mempunyai sifat tidak sama dengan apa pun atau siapa pun. Tuhan yang menjamin rezeki hamba-hamba-Nya…” Belum lagi selesai bicaranya, si pemimpin para penyembah berhala menukas, “Ah, ucapanmu tidak sesuai dengan perbuatanmu.” “Kok bisa?” sahut si saudagar. “Kamu tadi bilang kau punya Tuhan yang menjamin rezeki hamba-hamba-Nya, tapi mengapa kau bersusah-payah cari rezeki hingga ke sini?” Mendengar kata-kata pemimpin para penyembah berhala itu, si saudagar pun eksklusif pulang, menyedekahkan seluruh hartanya, dan menjalani kehidupan yang sama sekali baru. Zuhud. Saudagar itulah yang kemudian dikenal sebagai sufi besar Syaqieq Al-Balkhy (w. 194 H.). Kisa...

Rahasia Kealiman Kh. Misbah (Penulis Tafsir Al-Iklil)

Image
Mbah Misbah, begitu dia bersahabat disapa ialah ulama kenamaan yang masyhur pada masanya. Berbagai kitab-kitab kuning klasik, telah berhasil ia terjemahkan. Bahkan, sekelas Kitab Ihya' Ulumuddin karya Imam Ghozali pun sanggup ia alih bahasakan ke dalam literatur Bahasa Jawa (Arab Pegon). Saking alimnya, banyak orang yang ingin tau atas resep kehebatannya. Bagaimana ia sebegitu alimnya? Hingga banyak kitab klasik yang telah ia terjemahkan dengan baik, sehingga banyak digemari orang, untuk dijadikan rujukan (referensi). Hingga alhasil ada salah seorang kiai yang memberanikan diri untuk bertanya: "Permisi mbah yai, maaf sebelumnya, aku mau bertanya.” kiai itu mengawali maksudnya. “Oh, iya. Mau tanya apa?” jawab Mbah Misbah "Anda kok sanggup alim ibarat itu, resepnya apa ya? Sungguh, aku juga ingin arif ibarat Anda.” tanya kiai itu Sejenak, Mbah Misbah terdiam. Sepertinya dia sedang menerawang,  KH. Bisri Mustofa dan KH. Misbah Mustofa “Baga...

Cara Kiai Umar Menangani Santri Yang Nakal (Bandel)

Image
KH. Ahmad Umar Abdul Manan (1917-1980) yaitu salah satu ulama besar yang berasal dari Mangkuyudan, Solo, Jawa Tengah. Beliau mengasuh Pondok Pesantren Al-Muayyad yang mempunyai ribuan santri.  Suatu hari, dia memanggil lurah pondok untuk dimintai catatan daftar santri-santri yang nakal  atau bandel. “Ada apa gerangan, romo kiai meminta catatan daftar santri-santri yang nakal ya?, jangan-jangan akan dita’zir (dihukum) oleh romo kiai.” gumam lurah pondok dalam hati. Keesokan harinya si lurah pondok pun menyerahkan catatan tersebut kepada romo kiai. Setelah dinantikan beberapa ahad ternyata romo kiai belum juga menghukum santri-santri nakal yang tercantum dalam catatan itu. Akhirnya, si lurah pondok pun memberanikan diri untuk menanyakan ihwal catatan itu.  “Maaf romo kiai, beberapa ahad yang kemudian romo kiai minta daftar santri-santri nakal, kira-kira untuk apa ya?” tanya si lurah pondok “Oh, catatan itu saya gunakan untuk dibaca saat saya berdoa, biar sa...

Kisah Seekor Singa Menolong Seorang Ulama

Image
Kasus mati alasannya binatang buas sudah banyak dijumpai. Cerita selamat dari keganasan binatang berbahaya juga kerap kita dengar. Namun, bagaimana dengan kasus lepas dari maut justru alasannya dukungan binatang mematikan? Yang terakhir ini kedengarannya asing tapi betul-betul dialami Abu Hamzah al-Khurasani, ulama sufi pada kurun pertengahan. Dalam sebuah perjalanan ibadah haji, entah bagaimana, ia tiba-tiba terperosok ke lubang sumur. Tentu saja ia kewalahan kembali ke atas. Di tengah ancaman keselamatan jiwanya itu, Abu Hamzah al-Khurasani sempat akan berteriak minta tolong tapi urung. "Tidak. Demi Allah saya tak akan berteriak minta tolong." Belum habis gumam batinnya itu berujar, tiba-tiba ada dua orang melintas di bibir sumur. Tahu ada lubang di akrab mereka, salah seorang di antara keduanya bertutur, "Mari kita tutup bibir sumur ini biar tak ada orang jatuh ke dalamnya." Bibir sumur pun ditutupi rerimbunan pohon tebu sampai penuh. Ingin sekali Al...

Kisah Ketawadhu’An Dua Wali Allah

Image
Suatu hari, ada sebuah halaqoh/pertemuan yang mengundang kiai-kiai besar di Pasuruan, Jawa Timur. Termasuk yang hadir dalam pertemuan itu ialah KH. Mukhtar Syafa’at Abdul Ghofur Blokagung, Banyuwangi dan KH. Abdul Hamid, Pasuruan. Di daerah halaqoh tersebut, sesudah banyak orang yang tiba dan berkumpul, tibalah sosok kiai karismatik dari Pasuruan yang karib dipanggil Kiai Hamid itu, pribadi disambut dengan hormat oleh tuan rumah. Selang beberapa dikala kemudian sesudah Kiai Hamid menunggu di dalam, Barulah menyusul sosok Kiai Blokagung yang oleh masyarakat dan santrinya karib dipanggil “Mbah Yai”, yakni KH. Muktar Syafa’at Abdul Ghofur. Kedatangan Mbah Yai disambut sama dengan tamu-tamu yang lain. Namun, ada satu tindakan yang tidak sama dilakukan oleh tamu-tamu yang lainnya, dikala Mbah Yai ingin masuk dalam halaqoh tersebut, pandangannya tertuju pada sepasang sandal yang berada di antara ratusan sandal-sandal. Sepasang sandal itu terlihat menghadap lurus dengan daerah halaqo...

Kisah Berkah Sedekahnya Ibunda Kh. Abdul Karim Lirboyo

Image
Banyak orang menjadi hebat lantaran di belakangnya ada orang hebat. Pernyataan ini dibenarkan oleh khalayak. Hal ini menyerupai dengan pepatah Arab: كَمْ مِنْ مَشْهُوْرٍ، بِبَرَكَةِ الْمَسْتُورْ  “Banyak orang yang populer (masyhur) lantaran di belakangnya ada keberkahan orang yang tersembunyi di belakangnya.”  KH. Aziz Mansur, Paculgowang, Jombang pernah bercerita, “Pesantren Lirboyo Kediri yang hebat menyerupai kini ini—dengan ribuan santri dan alumni serta ilmu yang tersebar di banyak sekali pelosok negeri ini—tak terlepas dari jasa dan tugas seorang ibu. Alkisah, pendiri Pesantren Lirboyo, KH. Abdul Karim yang mempunyai nama kecil Manab ditinggal wafat ayahnya dalam usia 6 tahun. Lalu ibunya dinikahi orang lain yang mempunyai latar belakang keluarga biasa (bukan dari kalangan kiai) dan hidup dalam balutan kekurangan dalam sisi ekonomi. Ibunda Manab yang berjulukan Salamah ini setiap hari membantu sang suami berdagang di pasar. Namun sayang, setiap ka...

Kisah Istri Shalihah Yang Tidak Mempan Dibakar

Image
Ada seseorang wanita keluar rumah dengan tujuan untuk memperoleh pelajaran Islam dari Nabi SAW bersama para sahabat lain. Di pertengahan jalan, ada seorang lelaki yang masih muda melihatnya. Lelaki itu bertanya: “Hai wanita yang mulia, hendak kemana kamu?”. Ia menjawab: “Aku hendak menghadap Rasulullah SAW untuk mendapat pengajaran dari beliau”. Lelaki itu bertanya lagi: “Apakah dirimu benar-benar cinta kepada Nabi SAW?”. Ia menjawab: “Ya, saya sangat mencintainya”. “Kalau kau benar-benar cinta kepada Rasulullah, saya minta supaya kau membuka cadarmu, biar saya sanggup melihat wajahmu” pinta lelaki itu. Manakala lelaki itu bersumpah-sumpah demi kecintaan wanita itu kepada Rasulullah SAW, maka wanita itu pun membuka cadarnya (demi menandakan kecintaannya kepada Nabi). Lelaki itu sanggup melihat dengan terperinci wajahnya. Setelah kembali dari pelajaran agama, wanita tadi memberitahu pada suaminya wacana kejadian yang dialaminya bersama seorang lelaki. Ketika suaminya mendengar penutura...

Karomah Rabi’Ah Adawiyah

Image
Dikisahkan, bahwa Rabi’ah Adawiyah juga memiliki sahabat-sahabat yang lain dari bangsa jin, yang mampu mendatangkan apa saja yang dikehendakinya. Wali wanita ini dalam kehidupannya dikenal pula memiliki banyak sekali karomah sampai wafatnya. Di antara karomahnya yakni bahwa pada suatu malam ada pencuri masuk menjarah isi rumahnya. Ia sendiri masih terlelap tidur. Ketika pencuri itu hendak keluar dengan membawa barang-barang yang telah dikemasi, mendadak pintu rumahnya hilang semua. Pencuri itu kemudian duduk disamping pintu yang dipandang semula belum lenyap. Tiba-tiba ketika itu terdengar bunyi halus menyapanya: “Letakkan barang-barang yang kamu kemasi. Keluarlah dari pintu ini”. Ia pun segera meletakkan barang-barang yang telah dikemasi. Mendadak pintu itu kelihatan lagi. Begitu dia melihat pintu, maka dia segera menyambar lagi barang-barang hasil curian tadi. Tiba-tiba pintu itu hilang lagi seketika dia letakkan lagi barang hasil jarahannya. Pintu kelihatan lagi. Ia mengamb...

Kisah Zuhudnya Rabi’Ah Adawiyah

Image
Diceritakan, bahwa Rabi’ah Adawiyah itu memiliki tingkah laris yang berubah-ubah. Suatu dikala perasaan cintanya kepada Allah begitu berat, sampai dia tidak sempat lagi berbuat apa-apa. Diwaktu lain dia kelihatan damai nampak menyerupai tidak ada masalah, dan lain waktu dia kelihatan sangat takut dan cemas. Suaminya menceritakan, suatu hari saya duduk sambil menikmati makanan. Sementara dia duduk disampingku dalam keadaan terdiam karena dihantui insiden kiamat. Aku berkata: “Biarkan saya sendirian menikmati kuliner ini”. Ia menjawab: “Aku dan dirimu itu bukanlah termasuk orang yang dibentuk susah dalam menyantap makanan, karena mengingat akhirat”. Lebih lanjut dia berkata: “Demi Allah, sebenarnya bukanlah saya mencintaimu menyerupai kecintaannya orang yang bersuami istri pada umumnya. Hanyalah kecintaanku padamu sebagaimana kecintaan orang yang bersahabat”. Kalau Rabi’ah Adawiyah memasak makanan, dia berkata: “Majikanku, makanlah masakan itu. Karena tidak patut bagi badanku kecual...

Ketika Rabi’Ah Adawiyah Akan Dilamar Hasan Al-Bashri

Image
Ketika suami Rabi’ah Adawiyah meninggal, beberapa waktu kemudian Hasan Al-Bashri dan kawan-kawannya tiba menghadap Rabi’ah. Mereka meminta izin diperkenankan masuk, mereka pun diperkenankan masuk. Rabi’ah segera mengenakan cadarnya, dan mengambil daerah duduk di balik tabir. Hasan Al-Bashri mewakili kawan-kawannya mengutarakan maksud kedatangannya. Ia berkata: “Suamimu telah tiada, kini engkau sendirian. Kalau engkau menghendaki, silakan menentukan salah seorang dari kami. Mereka ini orang-orang yang mahir zuhud”. Rabi’ah Adawiyah menjawab: “Ya, saya bahagia saja mendapat kemuliaan ini. Namun, saya hendak menguji kalian, siapa yang paling ‘alim (pandai) diantara kalian itulah yang menjadi suamiku”. Hasan Al-Bashri dan kawan-kawannya pun menyanggupi. Kemudian Rabi’ah Adawiyah bertanya: “Jawablah empat pertanyaanku ini, kalau bisa saya siap diperistri oleh kamu”. Hasan Al-Bashri berkata: “Silakan bertanya, kalau Allah memberi pinjaman kepadaku dan saya bisa menjawab, tentu saya ...

Karomah Seorang Wali Yang Mempunyai Istri Cerewet

Image
Ada seorang shalih, ia memiliki saudara (teman) yang shalih pula. Setiap tahun ia berkunjung kepadanya. Suatu hari, ia mengunjunginya lagi, hingga ke rumah yang dituju pintunya masih tertutup. Ia ketuk pintu rumah itu. Dari dalam terdengar bunyi wanita: “Siapa itu?”. Orang yang shalih menjawab: “Aku, saudara suamimu. Aku tiba untuk mengunjunginya, hanya karena Allah semata”. Wanita (istri) saudaranya itu membalas: “Dia sedang keluar untuk mencari kayu bakar, mudah-mudahan beliau tidak kembali.”  Si perempuan itu terus bergumam memaki-maki suaminya. Ketika mereka sedang terlibat perbincangan, tiba-tiba orang yang shalih itu tiba sambil menuntun seekor harimau yang sedang membawa seikat kayu bakar. Begitu melihat saudaranya tiba mengunjunginya, ia eksklusif menghampirinya seraya bersalaman. Kayu bakar itu kemudian diturunkan dari punggung harimau tersebut. Kemudian sang tuan rumah (orang shalih) berkata kepada harimau: “Sekarang pergilah kamu, mudah-mudahan Allah memberkahimu.” ...

Kisah Persahabatan Dua Ulama Besar Indonesia

Image
Kisah persahabatan Kiai Bisri Syansuri dan Kiai Wahab Chasbullah, mengajari kita, bahwa persahabatan bukanlah sekadar saling membantu dan berjuang pada satu tujuan. Namun, persahabatan juga saling mengingatkan, menghormati perbedaan, mengelolanya dengan baik dan benar.  Mereka berdua bertemu sebagai santri di pesantren Kademangan, Madura, yang diasuh Kiai Kholil. Keduanya mempunyai latar belakang sosial ekonomi berbeda. Wahab anak orang kaya keturunan Kiai Jawa pedalaman, Jombang, Jawa Timur. Sementara Bisri anak orang papa (tidak punya), meski keturunan Kiai dari pantai utara, Pati, Jawa Tengah.  Justru alasannya yaitu berbeda itu menyebabkan mereka akrab. Bisri yaitu sosok santri yang miskin, jujur, rajin dan tidak suka menonjolkan diri. Sementara Wahab yaitu sosok santri yang kaya, suka menjelajah, lebih merdeka dalam bicara dan bertindak dan terlihat paling menonjol. Persahabatan itu berlanjut ketika mereka sama-sama melanjutkan mondok di Pesantren  Tebuireng...

Kisah Ulama Salaf Yang Pernah Dibully

Image
Imam al-Muzani (175-264 H) merupakan santri pribadi dari Imam Al-Syafi'i. Imam Syafi'i menyebutnya sebagai "pembela mazhabku". Beliau menuliskan kitab Mukhtashar yang tersebar luas sebagai panduan ringkas memahami mazhab Syafi'i. Setelah menulis Bismillahirrahmanirrahim, Imam Muzani memulai kitabnya dengan kalimat ‎اخْتَصَرْت هَذَا الْكِتَابَ مِنْ عِلْمِ مُحَمَّدِ بْنِ إدْرِيسَ الشَّافِعِيِّ - رَحِمَهُ الله  Kalimat di atas bermakna penegasan bahwa apa yang dia tulis dalam satu jilid kitab ini hanyalah merupakan ringkasan dari apa yang dia pelajari dari Imam Syafi'i. Ini yakni tawadhu' seorang santri kepada sang kiai. Seratus tahun kemudian, seorang ulama populer dari Mazhab Syafi'i yang berjulukan al-Mawardi (362-448 H) menulis kitab al-Hawi al-Kabir berisikan 20 jilid yang memberi syarh (penjelasan) atas kitab Mukhtashar Muzani. Imam al-Mawardi ini seorang Ketua Mahkamah Agung yang menulis kitab tafsir al-Nukat wa al-'Uyun dan tent...